Simplicity

Archive for April 2008

Suatu siang saat terdampar di salah satu cafenet di jogja sambil menghindari hujan yang turun (tumben ya hujan..biasanya puanas bgt ni jogja beberapa hari terakhir ini..)

Ritual yang sedang dilakukan disini ya jelas menjelajahi dunia maya sambil ditemani segelas cappucinno dan diiringi musik jazz yang membuat suasana menjadi cozy bgt…..(whuaaaaa…i love this condition).

Setelah capek browsing sana sini, dunlud lagu, kluar masuk forum, ceting, buka fs, blogwalking hingga blogrunning sampe blogflying (hehe…) sampailah pada suatu situs penyedia informasi film-film yang sedang diputar oleh bioskop terbesar di tanah air tercinta. Hhhmmm…sedikit teringat akan film-film Indonesia yang diputar akhir-akhir ini…hhhmmm…kenapa yah kualitasnya semakin menurun saja.

Read More….

Advertisements

Burj Al Arab yang dalam bahasa Indonesia artinya “Menara Arab” merupakan salah satu hotel bintang tujuh yang terletak di Dubai, Uni Emirat Arab (*busyet bintang tujuh, ckckckck…). Ya bukan bintang lima lagi karena bintang tujuh dapat diibaratkan bintang yang tak terhingga. Hotel 27 lantai yang merupakan hotel termahal dan termewah di dunia ini sebelumnya merupakan hotel tertinggi di dunia yang mempunyai ketinggian sekitar 321 M. Dan kemudian di bulan April 2008 ini Dubai kembali meresmikan hotel The Rose Tower yang ketinggiannya mencapai 333 M.

Read More…

It’s start to blur again
And I hate this….
Why??
No where…
No places…
I just need ‘a comfortable place’

Begini ceritanya… 🙂

Beberapa hari yang lalu saya menemani seorang teman untuk memeriksakan giginya disebuah rumah sakit swasta yang bisa dibilang rumah sakit kecil apabila dibandingkan dengan rumah sakit yang lainnya. Rumah sakit itu terkenal dengan agamanya. Alasan dia memeriksakan gigi di sana karena rumah sakit tersebut telah bekerja sama dengan tempat orangtuanya bekerja, jadi dengan kata lain dia tidak usah membayar sepeserpun jika berobat di sana (hmmm… kenapa hal seperti itu ngga berlaku untuk semua orang yang ngga mampu saja ya…)

Setelah menunggu cukup lama sambil terkantuk – kantuk karna kebetulan malamnya tidur larut (prasaan tiap malem deh… 😛 ) akhirnya teman saya itu dipanggil untuk masuk ke dalam. Karna suasana diluar sangat padat dan saya tidak suka dengan suasana seperti itu akhirnya saya memutuskan untuk ikut masuk ke dalam.

Ada hal yang bikin saya cuman bisa menggeleng – geleng kepala…di dalam terdapat 1 dokter gigi dan 2 suster. Pada saat sang dokter bekerja, 2 orang suster tadi malah asyik dengan pekerjaan yang bisa dibilang SANGAT TIDAK PENTING! Yang satu asyik membaca buletin yang sering dibagi – bagikan pada saat sholat jum’at dan yang satunya malah asyik dengan winamp di kompi. Alhasil dokternya seakan bekerja sendiri dari mengatur kursi tempat periksa, mengambil alat – alat dan lain – lain. Bahkan untuk mengambil obat – obat yang akan diberikan kepada si pasien sang dokter harus berteriak berkali-kali memanggil salah satu dari suster tersebut. Dan setelah memberikan obat kepada si dokter, suster tersebut kembali asyik dengan buletinnya. Padahal dokter gigi kan membutuhkan konsentrasi lebih…

Dan yang lebih ironis setelah saya keluar dari ruang perawatan, ada pasien yang baru keluar dari rawat inap dan yang mendorong kursi roda malahan keluarganya sendiri padahal orang itu sudah cukup renta dan terlihat kerepotan dengan membawa perkakas lainnya. Coba salah satu dari suster itu yang ditugaskan buat menolong mereka. Dan yang lebih membuat saya menggeleng – gelengkan kepala di tempat itu terdapat beberapa satpam dan pada saat itu bertepatan dengan jam besuk sehingga pintu akses menuju ruang rawat inap tidak perlu dijaga dari orang yang ingin membesuk diluar jam besuk dan yang lebih parah ada salah satu satpam yang asyik bercengkrama dengan para pengunjung padahal orangtua yang sedang kewalahan itu lewat di depannya. Kenapa salah satu dari mereka tidak ada yang tergerak hatinya untuk menolong orang tua itu????? Kami yang waktu itu terburu – buru oleh waktu dan harus mengurus administrasi dilantai 2 tidak bisa berbuat apa – apa dan hanya bisa memandang orang tua itu dari kejauhan. Dan ada sedikit rasa penyesalan pada saat pulang kenapa bukan saya yang menolong orang tua itu…

Hmmm…
Ada apa dengan kualitas para pekerja rumah sakit di negeri ini…
Apakah rasa tanggung jawab dan hati nurani mereka telah pudar…
Ntahlah….

Hufh…
Akhirnya TA ku mengalami perkembangan yang jauh brarti…
Hohohoho…..
Tapi smakin kesini kok semakin nervous sendiri
gimana ini…. 😦

Tadi juga sempet ngobrol2 sama si fibrex soal progress dan pendadaran
Pas dia cerita2 aku cukup lama terdiam ngebayangin gimana saat waktu itu datang
Whuaaa… rasanya ngga percaya akhirnya sebentar lagi mengalami saat2 itu
Koq cepet banget ya….
Padahal masih kuat dalam ingatan saat – saat pertama kali masuk kuliah
Gimana saat – saat make baju item putih saat ospek..
Eh sebentar lagi juga akan memakai baju seperti itu tapi untuk tujuan yang berbeda
Untuk moment yang sangat berharga…
Huaaaaaa….
( anggie…anggie…hadapin dulu yang ada didepan..ckckckck…. 😛 )

Hmmm….smuanya jauh lebih baik skrg…
Smuanya sudah kembali normal seperti sedia kala…
Makasih Ya Allah….
Makasih juga karna udah ngasih orang-orang terbaik di samping aku 🙂

——————————-

Hhmmmm… masa-masa penentuan smakin dekat
“Setiap perjalanan selalu diawali satu langkah awal”
Bismillah aja deh…
Tuhan ngga pernah tidur..slalu mendengar doa dari hamba-Nya
Amin…..


Just about the process of chasing the dreams and escaping from the past

says :

--151108--
and i'm here...standing with my own feet...
still in the same way...the way to find the real me...

mZ.anGgIe



just simple...
+Add @gie_5pidey
Y! Messenger ID : gie_5pidey
--------------------------------------------

Support to :

Aruh Blogger

Blog Stats

  • 74,612 hits

Capture of my life